Kamis, 26 April 2012

Cabang - Cabang Ilmu Fisika

Cabang - cabang dari ilmu fisika, di antaranya :
Astrofisika 
Astrofisika adalah cabang astronomi yang berhubungan dengan fisika jagad raya termasuk sifat fisik (luminositas, kepadatan, suhu, dan komposisi kimia) dari objek astronomi seperti planet, bintang, galaksi dan medium antarbintang dan juga interaksinya. Kosmologi adalah teori astrofisika pada skala terbesar.
Dalam praktik, hampir semua riset astronomi modern mecakup sebagian dari fisika. Nama sekolah program kedoktoran ("Astrofisika" dan "astronomi") di banyak tempat seperti AS seringkali banyak menyangkut sejarah departemen tersebut daripada isi programnya.
Fisika Atom
Atom berasal dari bahasa Yunani “atomos” yang artinya tidak dapat dibagi-bagi lagi.
Suatu benda dapat dibagi menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, jika pembagian ini diteruskan, maka menurut logika pembagian itu akan sampai pada batas yang terkecil yang tidak dapat dibagi lagi, demikian pendapatDemokritus (460-370-S.M)
Bagian terkecil yang tidak dapat dibagi lagi disebut: ATOM
Konsep atom yang dikemukakan oleh Demokritus murni sebagai hasil pemikiran semata, tanpa disertai adanya percobaan. Namun gagasan ini telah menjadi pembuka pintu ke arah penemuan baru menuju ke jenjang yang lebih tinggi.
Gagasan atom Demokritus menjadi tantangan fisikawan-fisikawan untuk mengalihkan perhatiannya ke arah mikrokosmos yang pada saat itu belum terjamah.
Awal abad ke-19, John Dalton (1766-1844) telah melaksanakan percobaan-percobaan yang menunjang konsep atom.

Fisika Partikel
Fisika Partikel Elementer (Elementary Particle Physics)  mengkaji dunia mikroskopik, dunia zarah-zarah, pada jarak yang sangat kecil, jutaan kali lebih kecil dari lebar rambut manusia. Istilah lain yang sering digunakan adalah Fisika Energi Tinggi (High Energy Physics). Sebagian besar orang di Indonesia hanya mendengar atau mengetahui tentang dunia mikroskopik dari media massa atau cerita fiksi ilmiah (seperti serial televisi Star Trek atau film bioskop Star Wars dan Angels and Demons). Banyak yang menganggap bahwa ilmu fisika tentang dunia mikroskopik tersebut adalah khayalan atau teori belaka.  Namun pada kenyataan dunia fisika partikel elementer sudah dikaji fisikawan semenjak awal abad ke-20.  Dalam sejarahnya selama lebih kurang satu abad fisika partikel elementer telah memberikan kontribusi besar pada perkembangan sains (termasuk di luar fisika!) dan teknologi, baik secara langsung melalui penemuan-penemuan pada ranah mikroskopik; maupun secara tidak langsung melalui pengembangan riset dan teknologi untuk mendukung penelitian fisika partikel elementer.
Fisika Materi


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar